INILAH.COM, Subang - Kesal karena tidak ada satu orang pun
anggota DPRD yang menerima, massa Rembug Rakyat Subang (RRS) memasang
spanduk Tritura Subang di balkon rapat Paripurna.
Setelah
sekitar 30 menit aksinya tidak ditanggapi oleh anggota Dewan, massa
langsung merangsek ke dalam gedung DPRD yang sedang menggelar paripurna
tentang LKPj.
Petugas DPRD sempat menghalangi massa yang hendak
masuk. Namun setelah ada kesepakatan untuk tidak berorasi, massa
akhirnya dipersilakan masuk dan naik di lantai 2 gedung DPRD.
Di
lokasi sidang paripurna LKPj, massa membentangkan spanduk berisi tiga
tuntunan rakyat subang (Tritura). Aksi belasan aktivis RRS itu pun
sempat mengusik Ojang Sohandi yang sedang membacakan jawaban atas
pandangan fraksi-fraksi.
Ia sempat berhenti beberapa saat dan
menyaksikan spanduk yang terpasang di lantai 2 DPRD. Tidak beberapa lama
Ojang melanjutkan membacakan pandangan pemerintah.
Aksi belasan
massa itu tidak menggangu rapat paripurna. Usai memasang spanduk berisi
tuntutan, massa kemudian turun ke lantai pertama.[ang]
Senin, 23 April 2012
Showing posts with label Dokumentasi. Show all posts
Showing posts with label Dokumentasi. Show all posts
Tuesday, May 1, 2012
Rembug Rakyat Subang Menolak Ojang Sohandi Dilantik
TINJAU Subang- Secara konstitusi, cepat lambat Ojang
akan menduduki kursi Subang 1. Namun untuk sampai di situ, jalan Ojang
harus mengghadapi sejumlah rintangan. Pada Senin (23/4) ini, puluhan
massa dari Rembug Rakyat Subang akan mendatangi gedung DPRD. Mereka
akan melakukan aksi penolakan penetapan Ojang sebagai bupati Subang.
"Kita akan aksi dengan agenda menolak Ojang Sohandi menjadi Bupati Subang dan mendesak segera lakukan carateker," ujar juru bicara Rembug Rakyat Subang, Jaka Septia Arizona kepada TINTAHIJAU.com
Massa akan meminta sebagai institusi perwakilan rakyat, DPRD harus mengedepankan keberpihakannya kepada rakyat dan tidak memanfaatkan masa transisi ini menjadi lahan "bergaining" kekuasaan.
"DPRD Subang agar berpihak kepada Rakyat, mendengarkan dan melaksanakan amanat Rakyat, serta tidak menjadikan aksi ini sebagai alat bargaining kekuasaan," tandasnya.
Aksi penolakan itu, imbuh Jaka, sebagai bagian dari rezim Eep Hidayat, sikap Ojang masih dibayang-bayangi oleh seniornya itu. Padahal, sebagai kepala daerah, Ojang bersikap tegas dan mengedepankan kepentingan rakyat ketimbang manut kepada Eep Hidayat.
"Ini terlihat dari sikap tidak tegas Ojang atas tindakan dan ucapannya tidak bersedia dilantik menjadi Bupati Subang, serta melakukan gerakan yang dilakukannya diluar tupoksinya," paparnya.
Senin, 23 April 2012
"Kita akan aksi dengan agenda menolak Ojang Sohandi menjadi Bupati Subang dan mendesak segera lakukan carateker," ujar juru bicara Rembug Rakyat Subang, Jaka Septia Arizona kepada TINTAHIJAU.com
Massa akan meminta sebagai institusi perwakilan rakyat, DPRD harus mengedepankan keberpihakannya kepada rakyat dan tidak memanfaatkan masa transisi ini menjadi lahan "bergaining" kekuasaan.
"DPRD Subang agar berpihak kepada Rakyat, mendengarkan dan melaksanakan amanat Rakyat, serta tidak menjadikan aksi ini sebagai alat bargaining kekuasaan," tandasnya.
Aksi penolakan itu, imbuh Jaka, sebagai bagian dari rezim Eep Hidayat, sikap Ojang masih dibayang-bayangi oleh seniornya itu. Padahal, sebagai kepala daerah, Ojang bersikap tegas dan mengedepankan kepentingan rakyat ketimbang manut kepada Eep Hidayat.
"Ini terlihat dari sikap tidak tegas Ojang atas tindakan dan ucapannya tidak bersedia dilantik menjadi Bupati Subang, serta melakukan gerakan yang dilakukannya diluar tupoksinya," paparnya.
Senin, 23 April 2012
GEMAS MENDEMO KEJATI JAWA BARAT
BANDUNG, TRIBUN - Suasana
mencekam terjadi di Jalan RE Martadinata atau tepat di depan kantor Kejaksaan
Tinggi beberapa saat lalu dimana Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda)
Jawa Barat "Bambang Heryanto" dicambuk dan digantung warga Kabupaten Subang.
Bambang dianggap sebagai orang yang turut bertanggungjawab
atas terjadinya kasus upah pungut di Kabupaten Subang pada periode 2005-2008
saat dia masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, selain
aktor utama Eep Hidayat sebagai bupati.
Namun tentu saja Bambang Heryanto yang digantung dan
dicambuk itu bukanlah Bambang yang sebenarnya, melainkan hanya orang yang
diperankan oleh mahasiswa asal Kabupaten Subang yang menggelar aksi demonstrasi
dan teatrikal di depan kantor Kejati untuk menuntut penuntasan kasus upah
pungut Kabupaten Subang sampai akar-akarnya.
Beberapa saat lalu, puluhan mahasiswa asal Subang memang
menggelar aksi demo yang diwarnai teatrikal untuk menuntut Kejati menyeret
Kadispenda Jabar Bambang Heryanto ke Kebon Waru. Pasalnya Bambang adalah orang
yang turut andil menerbitkan surat keputusan (SK) Bupati Subang tentang
pembagian dana upah pungut dan bahkan turut menikmatinya.
"Kami mohon Kejati Jabar jangan takut ada intervensi
Gubernur. Seret Bambang Heryanto ke meja hijau untuk mempertanggungjawabkan
perbuatannya," teriak koordinator pendemo, Jaka Septya Arizona.
Aksi demo diakhiri dengan aksi simbolisasi dimana para
pendemo mendobrak paksa pintu gerbang Kejati sebagai simbol penegakan keadilan.
(set)
30 Maret 2011
30 Maret 2011
Wednesday, May 18, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)
